Sunday, 30 April 2017

KENANGAN OLIMPIADE OSN 2013 DI BOMBANA

Assalamu alaikum...

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menuliskan cerita tentang kenangan bersama sahabat saya. Dan shalawat saya haturkan kepada sang revolusioner sejati Muhammad SAW, atas berkat perjuangan beliau sehingga kita bisa merasakan dunia yang dipenuhi kedamaian ini.



Vidio ini merupakan kenangan bersama sahabat-sahabatku ketika mengikuti OSN di Kasipute, Kab. Bombana, SULTRA. Didalam vidio ini terlihat canda tawa sahabatku. Vidio ini diambil ketika kami sedang makan di salah satu warung di Kasipute.



Terima kasih kepada guru pembimbing kami yaitu Pak Afrizal dan Pak Husran. Pada OSN ini kami dipercaya untuk mewakili SMAN 1 KABAENA TIMUR yang kini berubah nama menjadi SMAN 05 BOMBANA, Kami berjumlah 9 orang diantaranya itu ada junior kami.









Adapun lomba yang kami ikuti adalah di bidang Biologi diwakili saya sendiri, Kimia diwakili oleh Megaria, Matematika diwakili oleh Wilda Astuti Djohan, Fisika diwakili oleh Jamaludin, Astronomi diwakili oleh Astin Pratiwi, TIK diwakili oleh Ilyamin, Akuntansi diwakili oleh Tina, Sosiologi diwakili oleh Isra Yolanda dan Yusti mewakili bidang Sejarah. oh.. iya saya lupa memperkenalkan diri, nama saya adalah Sudirman.



Buat sahabat-sahabatku yang kini sedang berjuang untuk mecapaia cita-citanya, semoga kalian slalu dilindungi dan diberi kesehatan oleh Allah SWT. Amiin.
Read More ->>

Biografi Hidup Sir Isaac Newton

SIR ISAAC NEWTON
(1642 – 1727)
Hasil gambar untuk newton

A.    Sejarah Hidup
Newton lahir sebelum waktunya pada tanggal 25 Desember 1643 di Woolsthorpe, Inggris. Ayahnya meninggal dunia sebelum ia lahir, ibunya menikah lagi pada saat Newton berumur 2 tahun.
Pada waktu ia masih sekolah menengah, ia sudah dapat membuat kincir angina yang dipasang diatas atap toko obat yang ditempati Newton. Sejak itu banyak orang yang memuji kpintaran Newtton. Newton senang membuat alat yang dianggap aneh pada saat itu, seperti jam air, kincir air, dan lain-lain.
Tahun 1660 Newton masuk jurusan ilmu hizab dan cahaya di Trynity College. Prof. Barrow yang ahli matematika tertarik pada Newton, karena Newton adalah anak terpandai dan sangat menonjol pada bidang matematika. Dibawah bimbingan prof. Barrow Newton menemukan Teori Binomial sehingga ia dikenal orang banyak. Tahun 1655 November ia menyelesaikan elemen-elemen kalkulus Differensial. Januari 1666 ia dapat menjelaskan tentang “Misteri Effek Prisma” terhadap sinar putih. Bulan Mei 1666 Newton mulai mengerjakan kalkulus integral dan pada tahun itu juga muncul idenya tentang “ Grafitasi Umum” yang menyebabkan Newton menjadi ahli fisika yang terkenal.
Dari buah apel yang jatuh dari pohonnya maka ditemukanlah “Hukum Grafitasi Semesta” oleh Newton. Hukum tersebut dapat dituliskan dengan persamaan :
Hasil gambar untuk hukum gravitasi newton

F         =  gaya tarik menarik
M1M2 =  massa benda I dan II
R        =  jarak antara kedua benda
G        =  konstanta grafitasi
Pada tahun 1667 Newton kembali ke Cambridge. Tahun 1668 Newton membuat teleskop reflector dengan perbesaran 30 sampai 40 kali. Juga Newton mendapat bahwa : “ Bila berkas cahaya sejajar jatuh pada sisi datar sebuah lensa konveks yang sisi cembungnya ditempelkan pada lempeng kaca datar maka karena pemantulan cahaya dapat disaksikan adanya cincin-cincin terang gelap tersebut dinamakan “Cincin Newton”.
Tahun 1672 Newton mempublikasikan papernya yang berjudul “Phylosophycal Transactions” di Royal Society. Dalam paper tersebut dituliskan tentang penelitiannya yang menggunakan prisma, serta kesimpulannya bahwa “ sinar putih adalah campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi”. Dari publikasi itu, maka prof. Barrow mengakui bahwa Newton adalah seorang genius dan seorang yang luar biasa kepandaiannya.
Paper lain Newton yang diserahkan pada Royal Society adalah berjudul “ De Motu Corporun” yang isinya mengenai gerk benda-benda. Tanggal 5 Juli 1687 bukunya yang berjudul “philosophia Naturalis Principia Mathematica” atau disingkat “Principia” diterbitkan. Dalam buku ini dituangkan kembali isi paper “ De Motu Corporun”. Dari buku inilah sehingga kita sekarang mengenal hukum-hukum Newton tentang Gerak. Laplace seorang sarjana besar Perancis pernah mengatakan :” Buku Principia Newton berada jauh diatas semua produk manusia genius yang ada di dunia”.
 Isaac Newton mewakili Universitas Cambridge sebagai Anggota Parlemen tahun 1689 dan 1690. Tahun 1690 kesehatannya memburuk. Ini mungkin karena gangguan saraf akibat kerja bertahun-tahun dan seringnya ia mengalami ketegangan. Akhirnya memang dia sembuh sama sekali selama beberapa tahun kemudian. Tahun 1696, pemerintah mengangkatnya menjadi Pelindung Mata Uang. Tugasnya adalah mengawasi penggantian mata uang Inggris yang telah tua dan rusak dengan mata uang baru yang lebih tahan lama. Dia juga bertanggung jawab membongkar jaringan pemalsu uang.
Tahun 1701, Newton kembali menjadi anggota Parlemen. Dua tahun kemudian dia terpilih sebagai presiden Royal Society dan dianugerahi gelar Sir.. Terpilihnya ia terus untuk jabatan itu setiap tahun sepanjang hidupnya, menunjukkan betapa rekan-rekannya sesama ilmuwan sangat menghormatinya. Setelah kembali ke dunia ilmu,
Tahun 1703 Newton menerbitkan karya pertamanya mengenai cahaya. Buku Opticks (Optik) memuat temuan-temuannya mengenai optik dan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Optica berisi eksperimen-eksperimen yang telah lama dikerjakan dengan alat-alat lensa, prisma, teleskop, film tipis, sifat-sifat warna, refraksi, dan sebagainya. Buku ini menunjukan bahwa Newton merupakan seorang ahli fisika eksperimental yang sangat besar. Sedangkan buku Principia menunjukan bahwa Newton  adalh ahli fisika matematika yang besar. Negara secara resmi mengakui karya-karyanya tahun 1705 ketika ia menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar kebangsawanan karena prestasinya dalam bidang ilmu.
Umur 80 tahun, Newton sering dililit penyakit tetapi penglihatannya masih baik. Untuk membantu mengakomodasi kegiatannya, dipekerjakanlah seorang asisten. Newton tidak menikah tapi ketiga saudara tirinya tetap mendapat perhatian darinya., Newton meninggal tahun 1727, dalam usia 84 tahun. Dia mendapat kehormatan dimakamkan di Westminster Abbey. tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga raja, orang terkenal, pahlawan dan ilmuwan. Setelah Newton meninggal, untuk mengenang jasa-jasanya dibuatlah mata uang bergambar Newton.

Hasil gambar untuk mata newton
Gambar 1 : Mata Uang Bergambar Wajah Sir Isaac Newton

Walaupun Newton sudah menjadi ahli ilmu pengetahuan yang terbesar pada saat itu, tetapi ia masih tetap rndah hati. Hatinya merasa rendah bila sedang memikirkan dan mengagumi akan kebesarn dan keindahan alam, ini menandakan begitu kuat perasaan Ketuhanan pada diri Newton.
Hari-hari akhir dari kehidupan Newton dilalui dengan penuh kebahagiaan, sebagai orang terhormat dan dikagumi. Pada usia 80 tahun Newton mulai menderita penyakit ginjal, kemudian penyakit encok. Karena penyakitnya makin parah, maka Newton meninggal pada tanggal 20 Maret 1727.
Legrange sering menyatakan bahwa “Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup”. Dalam buku seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah ternyata newton berada pada urutan kedua setelah Nabi Muhammad SAW.
B.     Sejarah Penemuan Konsep
Ide terbesar Newton justru terjadi pada tahun 1666. Pada siang hari dia membaca dan merenungkan teori Copernicus. Galileo dan Kepler tentang orbit bumi dibawah pohon apel. Sebuah apel jatuh menimpanya dan dia langsung mengambil kesimpulan bahwa bulan juga mempunyai daya tarik karena bulan tidak jatuh ke bumi sama seperti apel yang dikenal dengan grafitasi. Penemuan gaya grafitasi ini juga terjadi ketika Newton melihat keponakannya bermain bola. Bola itu diikat pada tali dan anak itu memegang ujung tali dengan erat. Dia mengayun bola, awalnya pelan  semakin lama semakin cepat sampai talinya menegang.
Melihat itu Newton mulai menyadari bahwa bola itu sama persis dengan bulan. Dua gaya yang bekerja pada bola pergerakannya (menuju keluar) dan gaya tarik tali (yang menarik kedalam). Dua gaya bekerja pada bulan. Gaya geraknya dan gaya tarik grafitasi.
Kemudian berdasarkan hukum kepler  dan percbaan Galileo, Newton mampu memperoleh pemahaman bahwa bulan sebenarnya ‘ lebih suka’ untuk bergerak pada sebuah garis lurus, namun setiap kali ia maju ke depan, meski sekecil apapun jaraknya gaya grafitasi bumi menariknya kea rah pusat bumi dan membelokan arah pergerakannya dari garis lurus semula. Tarik-menarik antara Bumi dan Bulan yang senantiasa terjadi memnyebabkan bulan tetap berada pada orbitnya.
Untuk pertama kalinya, Newton memperhitugkan kemungkinan bahwa grafitasi merupakan sebuah gaya menarik universal, tidak hanya planet maupun bintang bahkan grafitasi menarik apel ke tanah. Dalam pekerjaannya, Newton membandingkan antara besar gaya grafitasi bumi yang menarik bulan dan menarik benda-benda pada permukaan bumi. Perepatan grafitasi yang dialami  setiap benda dipermukaan bumi adalah 9,8 m/s2. Jarak bulan dari pusat bumi atau jari-jari orbit bulan = 3,84x108 m, dan jarak permukaan bumi dari pusat bumi atau jari-jari bumi = 6,4x106 m. ini berarti jarak bulan dari pusat bumi adalah 60x jarak permukaan bumi dari pusat bumi. Akhirnya Newton menyimpulkan bahwa besar gaya grafitasi bumi pada sautu benda F, berkurang dengan kuadrat jaraknya r, dari pusat bumi. Newton menyadari bahwa gaya grafitasi tidak hanya bergantung pada jarak, tetapi juga bergantung pada massa benda. Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika bumi mengerjakan gaya grafitasi  pada suatu benda ( missal bulan), maka benda itu akan mengerjakan gaya pada bumi yang besarnya sama besar tetapi arahya berlawanan. Newton terus berlanjut dalam emnganalisis grafitasi. Dari kumpulan data ini dan data pendukung dia mendapatkan bahwa gaya grafitasi yang dikerjakan matahari pada planet yang menjaga planet tetap pada orbitnya mengitari matahari ternyata juga berkurang secara kuadrat terbalik terhadap jarak palnet-planet itu dari matahari. Oleh karena kesebandingan kuadrat terbalik ini, maka Newton menyimpulkan bahwa gaya grafitasi matahari pada planetlah yang menjaga panet-planet tersebut tetap pada orbitnya mengitari matahari. Selanjutnya Newton mengajukan hukum grafitasi umum Newton, yang berbunyi :
Gaya grafitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya. 
Maka, adalah keberhasilan yang besar dari pemikiran Newton dapat menurunkan hukum-hukum Kepler dari hukum gerak Newton dan dari hokum grafitasi Newton. Hukum grafitasi Newton didalam kasus ini mengharuskan planet ditarik menuju matahari dengan sebuah benda yang sebanding dengan massa planet dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari planet ke matahari.
Ketika Universitas Cambridge dibuka kembali, Newton melanjutkan pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana sambil mengajar dan melakukan penelitian. Pada usia 23 tahun, Newton juga melakukan eksperimen “cahaya” dengan menggunakan sebuah prisma.. lewat eksperimen ditemukan bahwa cahaya putih bias diurai menjadi spectrum tujuh warna. Lalu bias menyatu kembali menjadi seberkas cahaya putih. Untuk menunjukan bahwa cahaya matahari terdiri atas berbagai warna, yang kita kenal sebagai warna-warni pelangi. Ini membukikan bahwa pendapat orang Yunani kuno mengenai cahaya adalah keliru. Pada masa Newton, perkembangan astronomi sangat terhambat oleh lensa teleskop yang menguraikan sebagian cahaya matahari menjadi warna-warni yang tak diinginkan sehingga mengaburkan pandangan. Meskipun bukan orang yang pertama yang mempetimbangkan penggunaan cermin lengkungsebagai pengganti lensa, Newtonlah yang pertama berhasil membuat teleskop dengan menerapkan asas ini, asas yang sampai sekarang masih dipakai dalam banyak jenis teleskop.
Tahun 1704, setelah buku optic yang isinya meliputi warna cahaya, pemantulan dan spectrum cahaya dicetak untuk kedua kalinya. Newton juga melakukan penelitian antaralain: akustik (ilmu tentang suara), prinsip pengawetan, theorem binomial, alkimia (cikal bakal ilmu kimia), dimana yang  terakhir ini dilakukannya dengan sering berdiskusi dan melakukan percobaan dengan Boyle. Kesimpulan dari percobaan Newton dan Boyle menjawab bahwa alkimia bukan semacam ilmu sihir dan merintis  cabang ilmu pengetahuan lain, yaitu kimia. Adanya materi dan alam yang member unsure padat, cair dan gas. Bentuk padat menjadi bentuk cair dan kembali dari cair menjadi padat adalah “kerja” alam, sebelum dibuat kesimpulan bahwa materi yang ada dialam semesta terdiri dari materi yang paling kecil.

C.     Sejarah Pengembangan Konsep
Newton menggembangkan teleskop buatan Galileo, sehingga mampu melakukan pembesaran 40 kali yang disebut dengan teleskop refleksi. Newton terus mencoba melakukan perbaikan kemampuan teleskop ini, sampai pada akhirnya tahun 1671 jadilah teleskop refleksi yang berkualitas paling baik di jaman itu (sampai sekarang teleskop ini masih tersimpan pada perpustakaan kerajaan di London).Newtonlah yang pertama berhasil membuat teleskop dengan menerapkan asas ini--asas yang sampai sekarang masih dipakai dalam banyak jenis teleskop yang mulai dikembangkan oleh pakar-pakar yang ahli dibidang pembuatan teleskop.
Hasil gambar untuk replika teleskop newton
Gambar 2 : Replika Teleskop Refleksi Ke Dua Newton Yang Ia  Presentasikan Ke Royal Society Pada Tahun 1762
Newton mengawali penjelajahan sains dengan dasar pemikiran Galileo, analitikal geometri dari Descartes dan hukum Kepler tentang gerakan planet yang ada di otak.Ketiga orang inilah yang disebut Newton dengan raksasa-raksasa yang menggendongnya.Newton memformulasikan tiga hukum yang mengatur semua gerakan (fenomena) dalam alam semesta dari galaksi di jagad raya sampai elektron berputar mengelilingi nukleus. Hukum gerak Newton mampu bertahan tiga abad.
Hukum Newton I :
Sebuah benda tetap pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak dengan kecepatan sama kecuali benda tersebut dipengaruhi oleh gaya eksternal berupa tarikan atau dorongan, bila benda mula-mula bergerak maka benda tersebut akan bergerak dengan kecepatan tetap
ΣF = 0

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAMfSOLfTphdM-2p3PoC0j2xOLBhRH8Wgt0heTBn4w0gK5_hzTm9To62xO8Myhu6a_gvhyQsPv2ZJYk7HGv_BkiHHwONWKVtR1Gkgc1kSdbMOipLWU4kzQMLdTLc7grUCgpbFs9nFCYyo/s1600/fisx04_19.jpg                        
Gambar 3 : Ilustrasi Penerapan Hukum 1 Newton

`           Hukum Newton II tentang hubungan antara gaya, massa dan percepatan, yaitu:
Percepatan sebuah benda berbanding terbalik dengan massanya dan berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut”

atau
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQflhoh84CWUqGSgol1eaZ2j-Fd8KWCEIo6k-29MdekvxFysSbCu9UPg6yS04S_ev3WcFF22U8vdWSF6mYJf5aBCNyju6iCQrqmuTaicEsk410ar71vRdEYvtcpXXhwPobGQ9ua2UUwNA/s320/newton2.gif
Gambar 4 : Ilustrasi Contoh hukum II Newton





Hukum Newton III tentang aksi dan reaksi, yaitu:
ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua juga melepaskan gaya yang sama namun berlawanan arah dengan gaya benda pertama.
Faksi = -Freaksi
http://priyahitajuniarfan.files.wordpress.com/2011/04/newton31.jpg?w=645https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY0tzJbKbPtS0Xs5vH8rbbAGTG5O_rSOeSS3RXziFVblz7vCp22YOmU2UHEmS-YNjvj7sI84b9TavizbxVVudUxVv6_LqcjLn4dmGM0whXZEjWsr0YLf4H9eOK5tyj-MS5Q-pwOLxO7Hc/s320/aksireakis.jpg
               Gambar 5 : Ilstruasi Contoh Hukum III Newton
Gravitasi tidak akan diperhatikan orang tanpa peran Newton. Tonggak-tonggak sains dibentuk oleh Newton sebelum dikembangkan oleh pakar-pakar lainnya sampai dirombak oleh Einstein lewat teori relativitas yang fenomental.
Dibidang Optik, Newton menentukan komposisi cahaya putih yang di integrasikan dengan fenomena warna. Dan usaha ini kemmudian dikembangkan oleh para ahli fisikawan sebagai titik awal atau fondasi kajian awal bagi fisika modern






D.    Aplikasi Konsep
Temuan-temuan dari Issac Newton tersebut diaplikasikan dalam kehidupan seperti :
  1. Gravitasi tidak akan diperhatikan orang tanpa peran Newton, dengan adanya hukum gravitasi universal Newton kita dapat mengetahui mengapa semua benda jatuh ke bawah
  2. Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut
  3. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama, dengan teleskop refleksi yang dikembangkan Newton dapat membantu dalam mengamati benda-benda langit. Sehingga Newton-lah orang pertama yang mengutarakan secara meyakinkan ihwal asal mula bintang-bintang
  4. Newton menemukan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya 
  5. Ketiga hukumnya terutama hukum tentang gaya (aksi dan reaksi) dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena alam




Read More ->>

Tuesday, 15 March 2016

Percobaan 8 : SIMULASI GETARAN TEREDAM PADA PEGAS MENGGUNAKAN SOFTWARE TRACKER 4.86

SIMULASI GETARAN TEREDAM PADA PEGAS
MENGGUNAKAN SOFTWARE TRACKER 4.86
A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Osilasi harmonik teredam yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yaitu getaran pada bandul yang diayunkan atau pegas yang bergetar. Pada kasus osilasi teredam, sebuah pegas yang dihubungkan dengan beban kemudian dimasukkan dalam fuida dengan gaya redaman dan gaya pemulih pegas. Jika pegas diberi usikan berupa gaya kemudian dilepaskan maka pegas akan berosilasi dalam fluida.
Peristiwa getaran bolak-balik disekitar daerah keseimbangan merupakan gejala fisis yang terjadi dikebanyakan sistem fisis. Ada banyak sekali getaran yang terjadi di alam ini  misalnya getaran pada bandul yang diayunkan ataupun pegas yang bergetar. Namun pada kenyatannya bila dianalisis secara fisis maka akan menimbulkan beberapa getaran salah satunya adalah getaran teredam. Getaran teredam merupakan getaran yang secara nyata ada di alam ini. Kebanyakan getaran suatu benda itu teredam atau berhenti pada waktu tertentu.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Masril pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dalam pembelajaran mekanika gerak, siswa terkadang mengalami miskonsepsi. Sehingga sebagai solusinya dilakukan eksplorasi kinematika gerak dengan memanfaatkan video analisis pada aplikasi software tracker dengan harapan siswa lebih mudah dalam menyelesaikan masalah khususnya dalam bidang studi fisika.
Software Tracker adalah salah satu contoh aplikasi dalam menentukan simulsai getaran teredam pada pegas. Fitur yang disediakan diantaranya adalah pelacakan objek dengan posisi, poin kalibrasi, model partikel dinamis dan lain-lain. Salah satu keuntungan yang diperoleh dari software tracker adalah memudahkan dalam analisis kinematika gerak seperti getaran teredam pada pegas.
Berdasarkan uraian di atas, maka percobaan Simulasi Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan Software Tracker 4.86 perlu dilakukan untuk membuktikan teori yang ada.

2.      Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan simulasi getaran teredam pada pegas menggunakan software Tracker 4.86 adalah sebagai berikut:
a)      Menetukan konstanta redaman pegas di udara dan konstanta redaman pegas di dalam fluida.
b)      Membuat grafik hubungan antara y dan t untuk menetukan konstanta redaman pegas.

B.     KAJIAN TEORI
Osilasi paksa terjadi karena adanya gaya luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut berosilasi. Gaya ini umumnya bersifat periodik misalnya, berbentuk:
 …………………………….(8.1)
Dengan kata lain, gaya ini bernilai gaya maksimum F0 dan memiliki frekuensi f. solusi persamaan gerak osilasi paksa teredam memiliki dua bagian, yakni solusi umum dan solusi khusus. Saat mencapai keadaan tunak, solusi khusus berbentuk:
…………..…………….. (8.2)
Dengan amplitude,
………………...………  (8.3)
Osilasi paksa teredam memiliki persamaan gerak yang merupakan hasil perpaduan antara osilasi teredam dengan osilasi paksa, yakni dalam bentuk:
…………...…………...(8.4)
Tetapi harus berbentuk (Efendy, 2008)
………..….(8.5)
Apabila tida ada gaya gesek maka pegas akan terus berosilasi tanpa henti. Pada kenyataannya amplitude osilasi makin lama akan semakin berkurang dan akhirnya berhenti. Total gaya yang bekerja pada massa m dalam sistem teredam adalah:
……...………………….. (8.6)
……….……………….… (8.7)
…………..……………. (8.8)
Ada tiga kasus umum gerak harmonik teredam, yaitu:
Pertama, redaman ringan yang memerlukan waktu lama untuk mencapai kesetimbangan dengan syarat
>...................................................... (8.3)
Kedua, Redaman penuh yang melakukan beberapa ayunan sebelum berhenti, dengan syarat
<...................................................... (8.4)
Ketiga, Redaman kritis yang kesetimbangannya dicapai dengan cepat dengan syarat
=...................................................... (8.5)
Gambar 8.1 Plot Getaran Teredam Kuat, Teredam Kritis Dan Teredam Kurang
Garis berwarna merah merupakan getaran teredam lemah. Garis berwarna kuning merupakan getaran teredam kritis. Dan garis berwarna hijau merupakan getaran teredam lebih/kuat (Mifran, 2014).
Software Tracker merupakansoftware videoanalisisdanpemodelan yang dibangunolehopen source physicdengankerangkakerjamenggunakanjava. Penggunaan software video analisis untuk memudahkan dalam menganalisis kinamatika gerak yang sering dijumpai siswa atau mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari (Wijayanto, 2015).

C.    METODE PRAKTIKUM

1.      Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan simulasi getaran teredam pada pegas menggunakan Software Tracker 4.86 dapat dilihat pada table berikut:
Table 9.1: Tabel Alat dan Bahan Percobaan Simulasi Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan Software Tracker 4.86
No
Nama Alat dan Bahan
Kegunaan
1
Kamera Webcam
Untuk merekam simulasi getaran teredam pada pegas
2
Software Tracker 4.86
Untuk menganilisi hasil rekaman berupa aktivitas simulasi pada pegas
3
Pegas
Sebagai objek pengamatan
4
Wadah air
Sebagai medium rendaman
5
udara
Sebagai medium rendaman
6
Wadah oli
Sebagai medium rendaman
7
Stand penyangga
Sebagai tempat menggantungkan pegas
8
Beban (50 g)
Sebagai pemberat

2.      Prosedur Kerja

a.       Menentukan konstanta pegas di udara

Prosedur kerja penentuan konstanta pegas di udara adalah sebagai berikut:
1)      Menggantungkan pegas tunggal pada statif yang tersedia dan pada ujung pegas yag lain menggantungkan beban (m = 500 gram) pada pegas.
2)      Menghidupkan computer dan mengaktifkan program webcam companion 3.
3)      Mengarahkan kamera webcam computer pada pegas yang telah digantunggankan beban, secara bersamaan melepaskan beban dan merekam aktifitas simulasi pada pegas.
4)      Menganalisis hasil rekaman berupa aktifitas simulasi pegad pada program tracker 4.86.


D.    HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Data Pengamatan

Data Pengamatan Bahan Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86”  adalah sebagai berikut:
a.       Medium Udara
b.      Pada Air
c.       Pada Oli

2.      Analisis Data

Berikut ini adalah uraian analisis data yang diperoleh dari Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86” 
a.       Menentukan konstanta pegas
·         Untuk Udara
K=,                       T===0,987299 s
Sehingga,

K=
K=
= 2,02 N/m
b.      Menentukan Konstanta Redaman
·         Untuk Udara
bi=(-()—
bi=(-()—
= -0,683 kg/s
brata-rata=
=-0,05 kg/s
= 0,436469045 kg/s
 
           
= 0,436469045 kg/s
=
 
           
= 0,436469045 kg/s
=
                        Hasil data selanjut dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 9.2: Analisis Data Konstanta Pegas dan Redaman Pegas Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86”
No
Massa Benda (kg)
Wadah
Konstanta pegas (N/m)
Redaman Pegas (kg/s)
1
0,05
Udara
2,02
-0,488 s/d 0,038
2
0,05
Air
8,95
-0,4 s/d 0,0771
3
0,05
Oli
1,20
-1, 11 s/d 0,486

3.      Pembahasan
Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86” yang kami lakukan menggunakan beban bermassa 0,05 kg dan menggunakan 3 medium yaitu udara, wadah air, dan wadah oli. Tujuan pertama perconaan ini adalah menentukan konstanta redaman pegas di udara dan dalam fluida. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai konstanta redaman pegas yang paling besar adalah konstanta redaman pegas pada air yakni -0,4 kg/s s/d 0,0771 kg/s sedangkan untuk udara sebesar -0,488 kg/s  s/d 0,038 kg/s, dan konstanta redaman pegas pada oli adalah -1, 11 kg/s s/d 0,486 kg/s.
Tingkat kesalahan relative pada medium udara adalah -851%. Sedangkangkan kesalahan relative pada air dan oli secara berturut-turut adalah -224% dan -255%. Nilai –nilai tersebut menunjukkan bahwa percobaan yang dilakukan belum berhasil karena nilai kesalahan relative yang diperoleh adalah negative sedangkan nilai kesalahan relative pada percobaan yang dianggap berhasil hanya berkisar 0,1% ke atas. Selain nilai kesalahan relative yang tidak valid, bukti lain yang menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan gagal adalah nilai konstanta redaman yang diperoleh. Nilai konstanta redaman yang paling besar pada percobaan ini adalah wadah air. Sedangkan secara teori, Nilai konstanta redaman pegas di udara harus lebih besar dibandingkan nilai konstanta redaman pegas dalam fluida. Hal dikarenakan osilasi teredam dipengaruhi oleh tekanan atau gaya gesek yang dipindahkan oleh benda (pegas) di dalam fluida lebih besar daripada di udara.
Penyebab kesalahan pada percobaan yang kami lakukan salah satunya adalah saat melakukan track pada benda posisinya tidak tepat ditengah benda tersebut. Selain itu bisa juga disebabkan oleh kekeliruan dalam memasukkan dan menghitung data yang diperoleh. Dalam penggunaan software tracker dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar dapat memperoleh hasil yang akurat.



PENUTUP
1.      Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh setelah melakukan Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86”  adalah sebagai berikut:
a)      Konstanta redaman pegas pada air yakni -0,4 kg/s s/d 0,0771 kg/s sedangkan untuk udara sebesar -0,488 kg/s  s/d 0,038 kg/s, dan konstanta redaman pegas pada oli adalah -1, 11 kg/s s/d 0,486 kg/s. Hasil ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa nilai konstanta redaman pegas di udara harus lebih besar dibandingkan nilai konstanta redaman pegas dalam fluida. Hal dikarenakan osilasi teredam dipengaruhi oleh tekanan atau gaya gesek yang dipindahkan oleh benda (pegas) di dalam fluida lebih besar daripada di udara.
b)      Penggunaan aplikasi software tracker dalam menentukan konstanta redaman pegas tidak selamanya dapat memperoleh nilai yang vali. Semua bergantung pada kemahiran dan tingkat ketelitian praktikan saat menngunakan aplikasi ini.
2.      Saran
Saran yang dapat saja ajukan selama mengikuti percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas   Menggunakan Software Tracker 4.86”  adalah sebagai berikut:
a)      Asisten harus memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang materi dan alat yang digunakan dalam praktikum untuk meminimalisir kesalahan.
b)      Pengelola lab sebaiknya mempertimbangkan semua saran-saran yang diajukan praktikan selama membuat laporan. Jangan hanya sekedar dibaca tapi diaplikasikan.

c)      Praktikan seharusnya mencari referensi yang lebih banyak terkait materi praktikum untuk memudahkan dalam pembuatan laporan.
Read More ->>