SIMULASI GETARAN
TEREDAM PADA PEGAS
MENGGUNAKAN
SOFTWARE TRACKER 4.86
A.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Osilasi harmonik teredam yang sering kita jumpai
dalam kehidupan sehari-hari yaitu getaran pada bandul yang diayunkan atau pegas
yang bergetar. Pada kasus osilasi teredam, sebuah pegas yang dihubungkan dengan
beban kemudian dimasukkan dalam fuida dengan gaya redaman dan gaya pemulih
pegas. Jika pegas diberi usikan berupa gaya kemudian dilepaskan maka pegas akan
berosilasi dalam fluida.
Peristiwa getaran bolak-balik disekitar daerah
keseimbangan merupakan gejala fisis yang terjadi dikebanyakan sistem fisis. Ada
banyak sekali getaran yang terjadi di alam ini
misalnya getaran pada bandul yang diayunkan ataupun pegas yang bergetar.
Namun pada kenyatannya bila dianalisis secara fisis maka akan menimbulkan
beberapa getaran salah satunya adalah getaran teredam. Getaran teredam
merupakan getaran yang secara nyata ada di alam ini. Kebanyakan getaran suatu
benda itu teredam atau berhenti pada waktu tertentu.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Masril pada
tahun 2012 menunjukkan bahwa dalam pembelajaran mekanika gerak, siswa terkadang
mengalami miskonsepsi. Sehingga sebagai solusinya dilakukan eksplorasi
kinematika gerak dengan memanfaatkan video analisis pada aplikasi software
tracker dengan harapan siswa lebih mudah dalam menyelesaikan masalah khususnya
dalam bidang studi fisika.
Software Tracker
adalah salah satu contoh aplikasi dalam menentukan simulsai getaran teredam
pada pegas. Fitur yang disediakan diantaranya adalah pelacakan objek dengan
posisi, poin kalibrasi, model partikel dinamis dan lain-lain. Salah satu
keuntungan yang diperoleh dari software
tracker adalah memudahkan dalam analisis kinematika gerak seperti getaran
teredam pada pegas.
Berdasarkan uraian di atas, maka percobaan Simulasi
Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan Software
Tracker 4.86 perlu dilakukan untuk membuktikan teori yang ada.
2.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan simulasi
getaran teredam pada pegas menggunakan software
Tracker 4.86 adalah sebagai berikut:
a) Menetukan
konstanta redaman pegas di udara dan konstanta redaman pegas di dalam fluida.
b) Membuat
grafik hubungan antara y dan t untuk menetukan konstanta redaman pegas.
B.
KAJIAN
TEORI
Osilasi
paksa terjadi karena adanya gaya luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga
sistem tersebut berosilasi. Gaya ini umumnya bersifat periodik misalnya,
berbentuk:
Dengan kata lain, gaya ini bernilai
gaya maksimum F0 dan memiliki frekuensi f. solusi persamaan gerak
osilasi paksa teredam memiliki dua bagian, yakni solusi umum dan solusi khusus.
Saat mencapai keadaan tunak, solusi khusus berbentuk:
Dengan
amplitude,
Osilasi paksa teredam memiliki persamaan gerak yang merupakan
hasil perpaduan antara osilasi teredam dengan osilasi paksa, yakni dalam
bentuk:
Tetapi
harus berbentuk (Efendy, 2008)
Apabila tida ada gaya gesek maka pegas akan terus berosilasi
tanpa henti. Pada kenyataannya amplitude osilasi makin lama akan semakin
berkurang dan akhirnya berhenti. Total gaya yang bekerja pada massa m dalam sistem
teredam adalah:
Ada tiga kasus
umum gerak harmonik teredam, yaitu:
Pertama,
redaman
ringan yang memerlukan waktu lama untuk mencapai kesetimbangan dengan syarat
Kedua,
Redaman
penuh yang melakukan beberapa ayunan sebelum berhenti, dengan syarat
Ketiga,
Redaman
kritis yang kesetimbangannya dicapai dengan cepat dengan syarat

Gambar 8.1 Plot Getaran
Teredam Kuat, Teredam Kritis Dan Teredam Kurang
Garis berwarna merah
merupakan getaran teredam lemah. Garis berwarna kuning merupakan getaran
teredam kritis. Dan garis berwarna hijau merupakan getaran teredam lebih/kuat (Mifran,
2014).
Software
Tracker merupakansoftware videoanalisisdanpemodelan yang
dibangunolehopen source physicdengankerangkakerjamenggunakanjava. Penggunaan software video analisis untuk memudahkan
dalam menganalisis kinamatika gerak yang sering dijumpai siswa atau mahasiswa
dalam kehidupan sehari-hari (Wijayanto, 2015).
C.
METODE
PRAKTIKUM
1.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan simulasi
getaran teredam pada pegas menggunakan Software
Tracker 4.86 dapat dilihat pada table berikut:
Table
9.1: Tabel Alat dan Bahan Percobaan Simulasi Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan
Software Tracker 4.86
|
No
|
Nama Alat dan Bahan
|
Kegunaan
|
|
1
|
Kamera
Webcam
|
Untuk
merekam simulasi getaran teredam pada pegas
|
|
2
|
Software Tracker 4.86
|
Untuk
menganilisi hasil rekaman berupa aktivitas simulasi pada pegas
|
|
3
|
Pegas
|
Sebagai
objek pengamatan
|
|
4
|
Wadah
air
|
Sebagai
medium rendaman
|
|
5
|
udara
|
Sebagai
medium rendaman
|
|
6
|
Wadah
oli
|
Sebagai
medium rendaman
|
|
7
|
Stand
penyangga
|
Sebagai
tempat menggantungkan pegas
|
|
8
|
Beban
(50 g)
|
Sebagai
pemberat
|
2. Prosedur
Kerja
a. Menentukan
konstanta pegas di udara
Prosedur
kerja penentuan konstanta pegas di udara adalah sebagai berikut:
1) Menggantungkan
pegas tunggal pada statif yang tersedia dan pada ujung pegas yag lain
menggantungkan beban (m = 500 gram) pada pegas.
2) Menghidupkan
computer dan mengaktifkan program webcam
companion 3.
3) Mengarahkan
kamera webcam computer pada pegas yang telah digantunggankan beban, secara
bersamaan melepaskan beban dan merekam aktifitas simulasi pada pegas.
4) Menganalisis
hasil rekaman berupa aktifitas simulasi pegad pada program tracker 4.86.
D.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1. Data
Pengamatan
Data Pengamatan Bahan Percobaan “Simulasi Getaran
Teredam pada Pegas Menggunakan Software
Tracker 4.86” adalah sebagai berikut:
a. Medium
Udara
b. Pada
Air
c. Pada
Oli
2. Analisis
Data
Berikut ini adalah uraian analisis data yang
diperoleh dari Percobaan “Simulasi Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan Software Tracker 4.86”
a. Menentukan
konstanta pegas
·
Untuk Udara
K=
, T=
=
=0,987299 s
Sehingga,
K=
K=
=
2,02 N/m
b. Menentukan
Konstanta Redaman
·
Untuk Udara
bi=
(-
(
)—
bi=
(-
(
)—
=
-0,683 kg/s
brata-rata=
=-0,05
kg/s


=
0,436469045 kg/s
=
0,436469045 kg/s
= 
=
0,436469045 kg/s
= 
Hasil
data selanjut dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 9.2: Analisis
Data Konstanta Pegas dan Redaman Pegas Percobaan “Simulasi
Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan
Software Tracker 4.86”
|
No
|
Massa Benda (kg)
|
Wadah
|
Konstanta pegas (N/m)
|
Redaman Pegas (kg/s)
|
|
1
|
0,05
|
Udara
|
2,02
|
-0,488 s/d 0,038
|
|
2
|
0,05
|
Air
|
8,95
|
-0,4 s/d 0,0771
|
|
3
|
0,05
|
Oli
|
1,20
|
-1, 11 s/d 0,486
|
3. Pembahasan
Percobaan
“Simulasi
Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan
Software Tracker 4.86” yang kami lakukan menggunakan beban bermassa 0,05 kg dan
menggunakan 3 medium yaitu udara, wadah air, dan wadah oli. Tujuan pertama
perconaan ini adalah menentukan konstanta redaman pegas di udara dan dalam
fluida. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai konstanta
redaman pegas yang paling besar adalah konstanta redaman pegas pada air yakni
-0,4 kg/s s/d 0,0771 kg/s sedangkan untuk udara sebesar -0,488
kg/s s/d 0,038 kg/s, dan konstanta
redaman pegas pada oli adalah -1, 11 kg/s s/d 0,486 kg/s.
Tingkat
kesalahan relative pada medium udara adalah -851%. Sedangkangkan kesalahan
relative pada air dan oli secara berturut-turut adalah -224% dan -255%. Nilai
–nilai tersebut menunjukkan bahwa percobaan yang dilakukan belum berhasil
karena nilai kesalahan relative yang diperoleh adalah negative sedangkan nilai
kesalahan relative pada percobaan yang dianggap berhasil hanya berkisar 0,1% ke
atas. Selain nilai kesalahan relative yang tidak valid, bukti lain yang
menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan gagal adalah nilai konstanta
redaman yang diperoleh. Nilai konstanta redaman yang paling besar pada
percobaan ini adalah wadah air. Sedangkan secara teori, Nilai konstanta redaman
pegas di udara harus lebih besar dibandingkan nilai konstanta redaman pegas
dalam fluida. Hal dikarenakan osilasi teredam dipengaruhi oleh tekanan atau
gaya gesek yang dipindahkan oleh benda (pegas) di dalam fluida lebih besar
daripada di udara.
Penyebab
kesalahan pada percobaan yang kami lakukan salah satunya adalah saat melakukan
track pada benda posisinya tidak tepat ditengah benda tersebut. Selain itu bisa
juga disebabkan oleh kekeliruan dalam memasukkan dan menghitung data yang
diperoleh. Dalam penggunaan software tracker dibutuhkan ketelitian yang tinggi
agar dapat memperoleh hasil yang akurat.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Kesimpulan
yang diperoleh setelah melakukan Percobaan “Simulasi
Getaran Teredam pada Pegas Menggunakan
Software Tracker 4.86” adalah sebagai
berikut:
a) Konstanta
redaman pegas pada air yakni -0,4 kg/s s/d 0,0771
kg/s sedangkan untuk udara sebesar -0,488 kg/s s/d 0,038 kg/s, dan konstanta redaman pegas
pada oli adalah -1, 11 kg/s s/d 0,486 kg/s. Hasil ini
tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa nilai konstanta redaman pegas
di udara harus lebih besar dibandingkan nilai konstanta redaman pegas dalam
fluida. Hal dikarenakan osilasi teredam dipengaruhi oleh tekanan atau gaya
gesek yang dipindahkan oleh benda (pegas) di dalam fluida lebih besar daripada
di udara.
b) Penggunaan
aplikasi software tracker dalam menentukan konstanta redaman pegas tidak
selamanya dapat memperoleh nilai yang vali. Semua bergantung pada kemahiran dan
tingkat ketelitian praktikan saat menngunakan aplikasi ini.
2. Saran
Saran
yang dapat saja ajukan selama mengikuti percobaan “Simulasi Getaran Teredam
pada Pegas Menggunakan Software Tracker
4.86” adalah sebagai berikut:
a) Asisten
harus memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang materi dan alat yang
digunakan dalam praktikum untuk meminimalisir kesalahan.
b) Pengelola
lab sebaiknya mempertimbangkan semua saran-saran yang diajukan praktikan selama
membuat laporan. Jangan hanya sekedar dibaca tapi diaplikasikan.
c) Praktikan
seharusnya mencari referensi yang lebih banyak terkait materi praktikum untuk
memudahkan dalam pembuatan laporan.
Kreasi-nya bagus sekali??
ReplyDeletemakasi.... ni lagi kmbangkan bakat desainnya....
ReplyDelete