SIR ISAAC NEWTON
(1642 – 1727)

A. Sejarah
Hidup
Newton
lahir sebelum waktunya pada tanggal 25 Desember 1643 di Woolsthorpe, Inggris.
Ayahnya meninggal dunia sebelum ia lahir, ibunya menikah lagi pada saat Newton
berumur 2 tahun.
Pada
waktu ia masih sekolah menengah, ia sudah dapat membuat kincir angina yang
dipasang diatas atap toko obat yang ditempati Newton. Sejak itu banyak orang
yang memuji kpintaran Newtton. Newton senang membuat alat yang dianggap aneh
pada saat itu, seperti jam air, kincir air, dan lain-lain.
Tahun
1660 Newton masuk jurusan ilmu hizab dan cahaya di Trynity College. Prof.
Barrow yang ahli matematika tertarik pada Newton, karena Newton adalah anak
terpandai dan sangat menonjol pada bidang matematika. Dibawah bimbingan prof.
Barrow Newton menemukan Teori Binomial sehingga ia dikenal
orang banyak. Tahun 1655 November ia menyelesaikan elemen-elemen kalkulus
Differensial. Januari 1666 ia dapat menjelaskan tentang “Misteri Effek Prisma”
terhadap sinar putih. Bulan Mei 1666 Newton mulai mengerjakan kalkulus integral
dan pada tahun itu juga muncul idenya tentang “ Grafitasi Umum” yang
menyebabkan Newton menjadi ahli fisika yang terkenal.
Dari buah apel
yang jatuh dari pohonnya maka ditemukanlah “Hukum Grafitasi Semesta” oleh
Newton. Hukum tersebut dapat dituliskan dengan persamaan :

F =
gaya tarik menarik
M1M2
= massa benda I dan II
R =
jarak antara kedua benda
G =
konstanta grafitasi
Pada
tahun 1667 Newton kembali ke Cambridge. Tahun 1668 Newton membuat teleskop
reflector dengan perbesaran 30 sampai 40 kali. Juga Newton mendapat bahwa : “
Bila berkas cahaya sejajar jatuh pada sisi datar sebuah lensa konveks yang sisi
cembungnya ditempelkan pada lempeng kaca datar maka karena pemantulan cahaya
dapat disaksikan adanya cincin-cincin terang gelap tersebut dinamakan “Cincin
Newton”.
Tahun
1672 Newton mempublikasikan papernya yang berjudul “Phylosophycal Transactions”
di Royal Society. Dalam paper tersebut dituliskan tentang penelitiannya yang
menggunakan prisma, serta kesimpulannya bahwa “ sinar putih adalah campuran
semua warna yang terkandung dalam pelangi”. Dari publikasi itu, maka prof.
Barrow mengakui bahwa Newton adalah seorang genius dan seorang yang luar biasa
kepandaiannya.
Paper lain
Newton yang diserahkan pada Royal Society adalah berjudul “ De Motu Corporun”
yang isinya mengenai gerk benda-benda. Tanggal 5 Juli 1687 bukunya yang
berjudul “philosophia Naturalis Principia Mathematica” atau disingkat
“Principia” diterbitkan. Dalam buku ini dituangkan kembali isi paper “ De Motu
Corporun”. Dari buku inilah sehingga kita sekarang mengenal hukum-hukum Newton
tentang Gerak. Laplace seorang sarjana besar Perancis pernah mengatakan :” Buku
Principia Newton berada jauh diatas semua produk manusia genius yang ada di
dunia”.
Isaac
Newton mewakili Universitas Cambridge sebagai Anggota Parlemen tahun 1689 dan
1690. Tahun 1690 kesehatannya memburuk. Ini mungkin karena gangguan saraf
akibat kerja bertahun-tahun dan seringnya ia mengalami ketegangan. Akhirnya
memang dia sembuh sama sekali selama beberapa tahun kemudian. Tahun 1696,
pemerintah mengangkatnya menjadi Pelindung Mata Uang. Tugasnya adalah mengawasi
penggantian mata uang Inggris yang telah tua dan rusak dengan mata uang baru
yang lebih tahan lama. Dia juga bertanggung jawab membongkar jaringan pemalsu
uang.
Tahun 1701, Newton kembali menjadi anggota Parlemen. Dua tahun kemudian dia terpilih sebagai presiden Royal Society dan dianugerahi gelar Sir.. Terpilihnya ia terus untuk jabatan itu setiap tahun sepanjang hidupnya, menunjukkan betapa rekan-rekannya sesama ilmuwan sangat menghormatinya. Setelah kembali ke dunia ilmu, Tahun 1703 Newton menerbitkan karya pertamanya mengenai cahaya. Buku Opticks (Optik) memuat temuan-temuannya mengenai optik dan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Optica berisi eksperimen-eksperimen yang telah lama dikerjakan dengan alat-alat lensa, prisma, teleskop, film tipis, sifat-sifat warna, refraksi, dan sebagainya. Buku ini menunjukan bahwa Newton merupakan seorang ahli fisika eksperimental yang sangat besar. Sedangkan buku Principia menunjukan bahwa Newton adalh ahli fisika matematika yang besar. Negara secara resmi mengakui karya-karyanya tahun 1705 ketika ia menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar kebangsawanan karena prestasinya dalam bidang ilmu.
Tahun 1701, Newton kembali menjadi anggota Parlemen. Dua tahun kemudian dia terpilih sebagai presiden Royal Society dan dianugerahi gelar Sir.. Terpilihnya ia terus untuk jabatan itu setiap tahun sepanjang hidupnya, menunjukkan betapa rekan-rekannya sesama ilmuwan sangat menghormatinya. Setelah kembali ke dunia ilmu, Tahun 1703 Newton menerbitkan karya pertamanya mengenai cahaya. Buku Opticks (Optik) memuat temuan-temuannya mengenai optik dan saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Optica berisi eksperimen-eksperimen yang telah lama dikerjakan dengan alat-alat lensa, prisma, teleskop, film tipis, sifat-sifat warna, refraksi, dan sebagainya. Buku ini menunjukan bahwa Newton merupakan seorang ahli fisika eksperimental yang sangat besar. Sedangkan buku Principia menunjukan bahwa Newton adalh ahli fisika matematika yang besar. Negara secara resmi mengakui karya-karyanya tahun 1705 ketika ia menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar kebangsawanan karena prestasinya dalam bidang ilmu.
Umur 80
tahun, Newton sering dililit penyakit tetapi penglihatannya masih baik. Untuk
membantu mengakomodasi kegiatannya, dipekerjakanlah seorang asisten. Newton
tidak menikah tapi ketiga saudara tirinya tetap mendapat perhatian darinya.,
Newton meninggal tahun 1727, dalam usia 84 tahun. Dia mendapat kehormatan
dimakamkan di Westminster Abbey. tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga
raja, orang terkenal, pahlawan dan ilmuwan. Setelah Newton meninggal, untuk
mengenang jasa-jasanya dibuatlah mata uang bergambar Newton.

Gambar 1 : Mata Uang Bergambar Wajah
Sir Isaac Newton
Walaupun Newton sudah menjadi ahli ilmu pengetahuan
yang terbesar pada saat itu, tetapi ia masih tetap rndah hati. Hatinya merasa
rendah bila sedang memikirkan dan mengagumi akan kebesarn dan keindahan alam,
ini menandakan begitu kuat perasaan Ketuhanan pada diri Newton.
Hari-hari
akhir dari kehidupan Newton dilalui dengan penuh kebahagiaan, sebagai orang
terhormat dan dikagumi. Pada usia 80 tahun Newton mulai menderita penyakit
ginjal, kemudian penyakit encok. Karena penyakitnya makin parah, maka Newton
meninggal pada tanggal 20 Maret 1727.
Legrange
sering menyatakan bahwa “Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup”.
Dalam buku seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah ternyata newton
berada pada urutan kedua setelah Nabi Muhammad SAW.
B. Sejarah
Penemuan Konsep
Ide
terbesar Newton justru terjadi pada tahun 1666. Pada siang hari dia membaca dan
merenungkan teori Copernicus. Galileo dan Kepler tentang orbit bumi dibawah
pohon apel. Sebuah apel jatuh menimpanya dan dia langsung mengambil kesimpulan
bahwa bulan juga mempunyai daya tarik karena bulan tidak jatuh ke bumi sama
seperti apel yang dikenal dengan grafitasi. Penemuan gaya grafitasi ini juga
terjadi ketika Newton melihat keponakannya bermain bola. Bola itu diikat pada
tali dan anak itu memegang ujung tali dengan erat. Dia mengayun bola, awalnya
pelan semakin lama semakin cepat sampai
talinya menegang.
Melihat
itu Newton mulai menyadari bahwa bola itu sama persis dengan bulan. Dua gaya
yang bekerja pada bola pergerakannya (menuju keluar) dan gaya tarik tali (yang
menarik kedalam). Dua gaya bekerja pada bulan. Gaya geraknya dan gaya tarik
grafitasi.
Kemudian
berdasarkan hukum kepler dan percbaan
Galileo, Newton mampu memperoleh pemahaman bahwa bulan sebenarnya ‘ lebih suka’
untuk bergerak pada sebuah garis lurus, namun setiap kali ia maju ke depan,
meski sekecil apapun jaraknya gaya grafitasi bumi menariknya kea rah pusat bumi
dan membelokan arah pergerakannya dari garis lurus semula. Tarik-menarik antara
Bumi dan Bulan yang senantiasa terjadi memnyebabkan bulan tetap berada pada
orbitnya.
Untuk
pertama kalinya, Newton memperhitugkan kemungkinan bahwa grafitasi merupakan
sebuah gaya menarik universal, tidak hanya planet maupun bintang bahkan
grafitasi menarik apel ke tanah. Dalam pekerjaannya, Newton membandingkan
antara besar gaya grafitasi bumi yang menarik bulan dan menarik benda-benda
pada permukaan bumi. Perepatan grafitasi yang dialami setiap benda dipermukaan bumi adalah 9,8 m/s2.
Jarak bulan dari pusat bumi atau jari-jari orbit bulan = 3,84x108
m, dan jarak permukaan bumi dari pusat bumi atau jari-jari bumi = 6,4x106
m. ini berarti jarak bulan dari pusat bumi adalah 60x jarak permukaan bumi dari
pusat bumi. Akhirnya Newton menyimpulkan bahwa besar gaya grafitasi bumi pada
sautu benda F, berkurang dengan kuadrat jaraknya r, dari pusat bumi. Newton
menyadari bahwa gaya grafitasi tidak hanya bergantung pada jarak, tetapi juga
bergantung pada massa benda. Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika bumi
mengerjakan gaya grafitasi pada suatu
benda ( missal bulan), maka benda itu akan mengerjakan gaya pada bumi yang
besarnya sama besar tetapi arahya berlawanan. Newton terus berlanjut dalam emnganalisis
grafitasi. Dari kumpulan data ini dan data pendukung dia mendapatkan bahwa gaya
grafitasi yang dikerjakan matahari pada planet yang menjaga planet tetap pada
orbitnya mengitari matahari ternyata juga berkurang secara kuadrat terbalik
terhadap jarak palnet-planet itu dari matahari. Oleh karena kesebandingan
kuadrat terbalik ini, maka Newton menyimpulkan bahwa gaya grafitasi matahari
pada planetlah yang menjaga panet-planet tersebut tetap pada orbitnya mengitari
matahari. Selanjutnya Newton mengajukan hukum grafitasi umum Newton, yang
berbunyi :
Gaya
grafitasi antara dua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya
berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Maka,
adalah keberhasilan yang besar dari pemikiran Newton dapat menurunkan
hukum-hukum Kepler dari hukum gerak Newton dan dari hokum grafitasi Newton.
Hukum grafitasi Newton didalam kasus ini mengharuskan planet ditarik menuju
matahari dengan sebuah benda yang sebanding dengan massa planet dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak dari planet ke matahari.
Ketika
Universitas Cambridge dibuka kembali, Newton melanjutkan pendidikan untuk
memperoleh gelar sarjana sambil mengajar dan melakukan penelitian. Pada usia 23
tahun, Newton juga melakukan eksperimen “cahaya” dengan menggunakan sebuah
prisma.. lewat eksperimen ditemukan bahwa cahaya putih bias diurai menjadi
spectrum tujuh warna. Lalu bias menyatu kembali menjadi seberkas cahaya putih.
Untuk menunjukan bahwa cahaya matahari terdiri atas berbagai warna, yang kita
kenal sebagai warna-warni pelangi. Ini membukikan bahwa pendapat orang Yunani
kuno mengenai cahaya adalah keliru. Pada masa Newton, perkembangan astronomi
sangat terhambat oleh lensa teleskop yang menguraikan sebagian cahaya matahari
menjadi warna-warni yang tak diinginkan sehingga mengaburkan pandangan.
Meskipun bukan orang yang pertama yang mempetimbangkan penggunaan cermin
lengkungsebagai pengganti lensa, Newtonlah yang pertama berhasil membuat
teleskop dengan menerapkan asas ini, asas yang sampai sekarang masih dipakai
dalam banyak jenis teleskop.
Tahun 1704,
setelah buku optic yang isinya meliputi warna cahaya, pemantulan dan spectrum
cahaya dicetak untuk kedua kalinya. Newton juga melakukan penelitian antaralain:
akustik (ilmu tentang suara), prinsip pengawetan, theorem binomial, alkimia
(cikal bakal ilmu kimia), dimana yang
terakhir ini dilakukannya dengan sering berdiskusi dan melakukan
percobaan dengan Boyle. Kesimpulan dari percobaan Newton dan Boyle menjawab
bahwa alkimia bukan semacam ilmu sihir dan merintis cabang ilmu pengetahuan lain, yaitu kimia.
Adanya materi dan alam yang member unsure padat, cair dan gas. Bentuk padat
menjadi bentuk cair dan kembali dari cair menjadi padat adalah “kerja” alam,
sebelum dibuat kesimpulan bahwa materi yang ada dialam semesta terdiri dari
materi yang paling kecil.
C. Sejarah
Pengembangan Konsep
Newton menggembangkan
teleskop buatan Galileo, sehingga mampu melakukan pembesaran 40 kali yang
disebut dengan teleskop refleksi. Newton terus mencoba melakukan perbaikan
kemampuan teleskop ini, sampai pada akhirnya tahun 1671 jadilah teleskop
refleksi yang berkualitas paling baik di jaman itu (sampai sekarang teleskop
ini masih tersimpan pada perpustakaan kerajaan di London).Newtonlah yang pertama berhasil membuat
teleskop dengan menerapkan asas ini--asas yang sampai sekarang masih dipakai
dalam banyak jenis teleskop yang mulai dikembangkan oleh pakar-pakar yang ahli
dibidang pembuatan teleskop.
Gambar
2 : Replika Teleskop Refleksi Ke Dua Newton Yang Ia Presentasikan Ke Royal Society Pada Tahun 1762
Newton mengawali penjelajahan sains dengan dasar pemikiran Galileo,
analitikal geometri dari Descartes dan hukum Kepler tentang gerakan planet yang
ada di otak.Ketiga orang inilah yang disebut Newton dengan raksasa-raksasa yang
menggendongnya.Newton memformulasikan tiga hukum yang mengatur semua gerakan (fenomena)
dalam alam semesta dari galaksi di jagad raya sampai elektron berputar
mengelilingi nukleus. Hukum gerak Newton mampu bertahan tiga abad.
Hukum
Newton I :
Sebuah benda tetap pada
keadaan awalnya yang diam atau bergerak dengan kecepatan sama kecuali benda
tersebut dipengaruhi oleh gaya eksternal berupa tarikan atau dorongan, bila
benda mula-mula bergerak maka benda tersebut akan bergerak dengan kecepatan
tetap
ΣF = 0
Gambar 3 : Ilustrasi Penerapan Hukum 1 Newton
` Hukum
Newton II tentang hubungan antara gaya, massa dan percepatan, yaitu:
Percepatan
sebuah benda berbanding terbalik dengan massanya dan berbanding lurus dengan
gaya yang bekerja pada benda tersebut”
Gambar 4 : Ilustrasi Contoh hukum II
Newton
Hukum Newton III tentang aksi dan
reaksi, yaitu:
ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua juga
melepaskan gaya yang sama namun berlawanan arah dengan gaya benda pertama.
Faksi = -Freaksi
Gambar 5 : Ilstruasi Contoh
Hukum III Newton
Gravitasi tidak akan diperhatikan orang tanpa
peran Newton. Tonggak-tonggak sains dibentuk oleh Newton sebelum dikembangkan
oleh pakar-pakar lainnya sampai dirombak oleh Einstein lewat teori relativitas
yang fenomental.
Dibidang Optik, Newton
menentukan komposisi cahaya putih yang di integrasikan dengan fenomena warna.
Dan usaha ini kemmudian dikembangkan oleh para ahli fisikawan sebagai titik
awal atau fondasi kajian awal bagi fisika modern
D. Aplikasi
Konsep
Temuan-temuan dari Issac
Newton tersebut diaplikasikan dalam kehidupan seperti :
- Gravitasi tidak akan
diperhatikan orang tanpa peran Newton, dengan adanya hukum gravitasi
universal Newton kita dapat mengetahui mengapa semua benda jatuh ke bawah
- Dalam
bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan
momentum sudut
- Dalam
bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama,
dengan teleskop refleksi yang dikembangkan Newton dapat membantu dalam
mengamati benda-benda langit. Sehingga Newton-lah orang pertama yang
mengutarakan secara meyakinkan ihwal asal mula bintang-bintang
- Newton
menemukan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan
membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya
- Ketiga
hukumnya terutama hukum tentang gaya (aksi dan reaksi) dapat digunakan
untuk menjelaskan fenomena alam





0 komentar:
Post a Comment